Pages

Friday, 6 March 2015

METABOLISME

METABOLISME
A.    Definisi Metabolisme
Metabolisme berasal dari bahasa yunani yaitu metabole yang artinya berubah. Metabolisme merupakan suatu rangkaian atau proses yang terarah dan teratur di dalam sel tubuh melalui reaksi-reaksi kimiawi, sehingga diperlukan atau dihasilkan bahan-bahan tertentu seperti unsur, molekul, senyawa atau energi. Metabolisme disebut juga reaksi enzimatis, karena metabolisme terjadi selalu menggunakan katalisator enzim.
Metabolisme meliputi dua jalur yaitu 1) jalur sintesis (anabolisme/endorgenik), yaitu menggabungkan molekul-molekul kecil menjadi makromolekul yang lebih kompleks, pada jlaur ini diperlukan energi yang disuplai dari hidrolisis ATP 2) jalur degradatif (katabolisme/eksorgenik), yaitu memecah molekul kompleks menjadi molekul yang lebih sederhana dan melepaskan energi yang dibutuhkan untuk mensintesis ATP. Produk metabolisme disebut metabolit.

B.     Pembagian Metabolisme
Berdasarkan prosesnya metabolisme dibagi menjadi dua yaitu:
1. Anabolisme/Asimilasi/Sintesis, yaitu proses pembentukan molekul yang kompleks dengan menggunakan energi tinggi. Contoh :
(1)Fotosintesis
Arti fotosintesis adalah proses penyusunan atau pembentukan dengan menggunakan energi cahaya atau foton. Pada kloroplas terjadi transformasi energi, yaitu dari energi cahaya sebagai energi kinetik berubah menjadi energi kimia sebagai energi potensial, berupa ikatan senyawa organik pada glukosa. Proses tersebut berlangsung cepat dan efisien dengan bantuan enzim-enzim. Bila dalam suatu reaksi memerlukan energi dalam bentuk panas reaksinya disebut reaksi endergonik. Reaksi semacam itu disebut reaksi endoterm.
(2)Kemosintesis
Tidak semua tumbuhan dapat melakukan asimilasi C menggunakan cahaya sebagai sumber energi. Beberapa macam bakteri yang tidak mempunyai klorofil dapat mengadakan asimilasi C dengan menggunakan energi yang berasal dan reaksi-reaksi kimia, misalnya bakteri sulfur, bakteri nitrat, bakteri nitrit, bakteri besi dan lain-lain. Bakteri-bakteri tersebut memperoleh energi dari hasil oksidasi senyawa-senyawa tertentu.


(3) Sintesis Lemak
Lemak dapat disintesis dari karbohidrat dan protein karena dalam metabolisme ketiga zat tersebut bertemu di dalarn daur Krebs. Sebagian besar pertemuannya berlangsung melalui pintu gerbang utama siklus (daur) Krebs, yaitu Asetil Koenzim A. Akibatnya ketiga macam senyawa tadi dapat saling mengisi sebagai bahan pembentuk semua zat tersebut. Lemak dapat dibentuk dari protein dan karbohidrat, karbohidrat dapat dibentuk dari lemak dan protein dan seterusnya.


 (4) Sintesis Protein
Sintesis protein yang berlangsung di dalam sel, melibatkan DNA, RNA dan Ribosom. Penggabungan molekul-molekul asam amino dalam jumlah besar akan membentuk molekul polipeptida. Pada dasarnya protein adalah suatu polipeptida. Setiap sel dari organisme mampu untuk mensintesis protein-protein tertentu yang sesuai dengan keperluannya. Sintesis protein dalam sel dapat terjadi karena pada inti sel terdapat suatu zat (substansi) yang berperan penting sebagai "pengatur sintesis protein". Substansi-substansi tersebut adalah DNA dan RNA.
Hubungan antara Metabolisme Karbohidrat dengan Metabolisme Lemak dan Protein
Hubungan antara Metabolisme Karbohidrat dengan Metabolisme Lemak dan Protein Hasil pencernaan lemak (asam lemak dan gliserol) dan protein (asam amino) masuk ke dalam jalur respirasi sel pada titik-titik yang diperlihatkan. Beberapa titik yang sama bekerja untuk mengalirkan kelebihan zat intermedier ke dalam jalur anabolisme ke sintesis lemak dan asam amino tertentu. Daur Krebs merupakan jalur metabolisme yang utama dari berbagai hasil metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein. Hasil dari Siklus Krebs adalah energi ATP, CO2, dan H2O. Hal itu terjadi pada makhluk hidup aerob, sedangkan pada makhluk hidup anaerob tidak menggunakan metabolisme Daur Krebs sebagai penghasil energinya.
Lemak (asam heksanoat) lebih banyak mengandung hidrogen terikat dan merupakan senyawa karbon yang paling banyak tereduksi, sedangkan karbohidrat (glukosa) dan protein (asam glutamat) banyak mengandung oksigen dan lebih sedikit hidrogen terikat adalah senyawa yang lebih teroksidasi. Senyawa karbon yang tereduksi lebih banyak menyimpan energi dan apabila ada pembakaran sempurna akan membebaskan energi lebih banyak karena adanya pembebasan elektron yang lebih banyak. Jumlah elektron yang dibebaskan menunjukkan jumlah energi yang dihasilkan.

2. Katabolisme (Dissimilasi)
Katabolisme adalah proses penguraian zat untuk membebaskan energi kimia yang tersimpan dalam senyawa organik tersebut. Saat molekul terurai menjadi molekul yang lebih kecil terjadi pelepasan energi sehingga terbentuk energi panas. Bila pada suatu reaksi dilepaskan energi, reaksinya disebut reaksi eksergonik. Reaksi semacam itu disebut juga reaksi eksoterm. Molekul ATP adalah molekul berenergi tinggi. Merupakan ikatan tiga molekulfosfat dengan senyawa Adenosin. Ikatan kimianya labil, mudah melepaskan gugus fosfatnya meskipun digolongkan sebagai molekul berenergi tinggi. Perubahan ATP menjadi ADP (Adenosin Tri Phosphat) diikuti dengan pembebasan energi sebanyak 7,3 kalori/mol ATP. Peristiwa perubahan ATP menjadi ADP merupakan reaksi yang dapat balik
Katabolisme adalah reaksi pemecahan / pembongkaran senyawa kimia kompleks yang mengandung energi tinggi menjadi senyawa sederhana yang mengandung energi lebih rendah. Tujuan utama katabolisme adalah untuk membebaskan energi yang terkandung di dalam senyawa sumber. Bila pembongkaran suatu zat dalam lingkungan cukup oksigen (aerob) disebut proses respirasi, bila dalam lingkungan tanpa oksigen (anaerob) disebut fermentasi.
Respirasi yaitu suatu proses pembebasan energi yang tersimpan dalam zat sumber energi melalui proses kimia dengan menggunakan oksigen. Dari respirasi akan dihasilkan energi kimia ATP untak kegiatan kehidupan, seperti sintesis (anabolisme), gerak, pertumbuhan.

C.    Jalur Metabolisme
Berbagai reaksi metabolisme terjadi melalui suatu jalur yang berupa seri reaksi kimia Manfaat jalur metabolisme digunakan untuk membangun molekul kompleks atau aktivitas metabolik yang kompleks, menguraikan molekul kompleks tersebut. Jalur metabolisme dapat berlangsung secara linier, bercabang atau membentuk suatu siklus.

D.    Reaksi dalam Proses Metabolisme
Reaksi redoks (reduksi-oksidasi) yang melibatkan donor elektron dan akseptor electron. Keseluruhan reaksi redoks menunjang aktivitas sel yang menghasilkan salah satu dari 3 macam energi kimia berpotensi a.l :
Ø Nukleotida piridin (NADH dan NADPH), yang berfungsi untuk memindahkan hidrogen antara berbagai bagian sel yang berbeda-beda
Ø Nukleotida adenin (ATP,ADP dan AMP) yang berfungsi untuk memperpanjang reaksi sel misalnya pada polimerisasi nukleotida dan asam amino
Ø Proton motive force (pemindahan ion H dari bagian interior ke bagian eksterior membran) yang berfungsi untuk pengambilan substrat,atau untuk pergerakan

E.     faktor yang Mempengaruhi Kecepatan Metabolisme
Faktor yang mempengaruhi kecepatan metabolisme adalah sebagai berikut :
1.    Ukuran tubuh, pada orang yang berbadan gemuk proses metabolismenya lebih tinggi
2.    Umur, usia remaja dan dewasa terjadi peningkatan metabolisme tubuh dan menurun setelah usia lajut
3.    Jenis kelamin, pada pria metabolismenya lebih besar dibandingkan wanita
4.    Iklim
5.    Jenis pekerjaan, pekerja berat kecepatan metabolismenya lebih tinggi





MATERI GENETIK

 MATERI GENETIK
Materi genetik adalah suatu materi atau bahan yang berperan untuk mengatur pewarisan sifat kepada keturunannya, misalnya mengatur bentuk rambut, warna kulit, susunan darah dan lain-lain dari satu generasi ke generasi berikutnya. Ciri khas materi genetik yang pertama adalah replikasi, yaitu digandakan, diturunkan kepada sel anak, kedua adalah penyimpan informasi, ketiga adalah mengekspresikan informasi yang dimulai dengan transkripsi DNA sehingga dihasilkan RNA, diikuti dengan translasi untuk menghasilkan AA (protein) dan yang keempat adalah variasi karena mutasi
Gen adalah urutan DNA yang mengkode rantai polipeptida tertentu.  Sebuah gen adalah suatu daerah DNA yang DNA yang produk akhirnya bisa suatu polipeptida (atau bisa juga suatu molekul RNA). Peran/fungsi gen adalah (1) untuk menyampaikan informasi genetik dari generasi ke generasi (2) mengontrol dan mengatur metabolisme dan perkembangan tubuh sehingga proses reaksi kimia dalam tubuh dapat terjadi secara berurutan dimana pada setiap tahap reaksinya diperlukan enzim. Pembentukan dan pengontrolan kerja enzim tersebut dilakukan oleh gen. Pada proses perkembangan yang memerlukan hormon juga diatur oleh gen (3) menentukan sifat-sifat pada keturunannya.

Kromosom
Yaitu suatu struktur pada yang terdiri dari dua komponen molekul, yaitu protein dan DNA.
A.       Unit Dasar Kromosom
Kromosom secara umum terdiri dari bagian-bagian sebagai berikut:
a. Kromonema (jamak: kromonemata), bagian dari kromosom berupa pita bentuk spiral. b. Kromomer, merupakan kromonema yang mempunyai penebalan-penebalan di beberapa tempat, dan beberapa akli juga menganggap sebagai nukleoprotein yang mengendap.
c. Sentromer, bagian yang menentukan bentuk dari suatu kromosom.Berfungsi sebagai tempat berpegangnya benang plasma dari gelendong inti (“spindle”) pada tahap anafase pada pembelahan inti. Kromosom dari sebagian besar organisme hanya memiliki sebuah sentromer saja, disebut kromosom monosentris. Jika memiliki dua sentromer, disebut kromosom diasentris, sedangkan yang mempunyai banyak sentromer, disebut kromosom polisentris.
d. Lekukan ke dua, sebagai tempat terbentuknya nukleolus (anak inti sel), disebut juga pengatur nukleolus (“nucleolar organizer”).
e. Telomer, Bagian ujung kromosom yang berperan untuk menghalangi bersambungnya kromosom yang satu dengan yang lainnya. Satelit, tidak selalu ada pada setiap kromosom, merupakan bagian tambahan pada ujung kromosom. Kromosom yang mempunyai satelit disebut satelit kromosom
B.    Bentuk Kromosom
Bentuk kromosom berdasarkan letak sentromernya dibagi sebagai berikut :
a.   Metasentris, sentromer terletak pada tengah-tengah kromosom (median), sehingga membagi kromosom menjadi dua bagian yang sama panjang dan mempunyai bentuk seperti huruf V.
b.    Submetasentris, sentromer terletak submedian (ke arah salah satu ujung kromosom), sehingga kromosom terbagi menjadi dua bagian yang tidak sama panjang dan bentuknya seperti huruf J.
c. Akrosentris, sentromer terletak terminal (di dekat ujung kromosom), sehingga kromosom tidak membengkok tetapi lurus seperti batang. Satu lengan kromosom sangat pendek, lengan yang lainnya sangat panjang.
d.  Telosentris, sentromer terletak di ujung kromosom, sehingga kromosom hanya mempunyai satu buah lengan dan berbentuk lurus seperti batang. Manusia tidak mempunyai bentuk kromosom telosentris. Macam-macam bentuk kromosom dapat dilihat pada gambar berikut :


DNA/ADN
Adalah asam nukleat yang mengandung informasi genetik yang terdapat dalam semua makluk hidup kecuali virus. DNA merupakan ‘blue print’ yang berisi instruksi yang diperlukan untuk membangun komponen-komponen sel seperti protein dan molekul RNA. Segmen DNA yang membawa informasi genetik disebut gen.
A.    Peran/fungsi DNA
Peran/fungsi DNA adalah sebagai berikut :
a.    sebagai pembawa materi genetik dari generasi ke generasi berikutnya.
b.    mengontrol aktivitas hidup secara langsung maupun tidak langsung.
c.    melakukan sintesis protein.
d.   membentuk RNA
e.    sebagai autokatalis, yaitu kemampuan DNA untuk menggandakan diri (replikasi).
f.     sebagai heterokatalis, yaitu kemampuan DNA untuk dapat mensintesis senyawa lain.


B.     Struktur DNA
Nukleotida terdiri dari:
a.    satu molekul gula (dalam hal ini adalah "deoksiribosa")
b.    satu molekul fosfat
c.    satu molekul basa nitrogen. Basa nitrogen terdiri dari dua jenis yaitu:
     1) Purin: Adenin (A) dan Guanin (G)
     2) Pirimidin: sitosin (C) dan Timin (T
Ø Satu molekul gula dan satu molekul basa disebut "nukleosida"
Ø ketentuan chargaff menyatakan bahwa perbandingan A/T dan S/G selalu mendekati satu.
Ø Watson dan Crick berpendapat bahwa struktur DNA “double helix” hanya dapat stabil, apabila basa adenin dari satu pita berpasangan dengan basa timin dari pita pasangannya, dan basa sitosin berpasangan dengan basa guanin. Pasangan adenin dan timin dihubungkan oleh 2 atom H, sedangkan basa sitosin dan guanin dihubungkan dengan 3 atom H.
Ø sebuah nukleotida selalu memiliki ujung 3’ – OH dan 5’P, sehingga dalam “double helix” menurut model Watson-Crick terdapat satu buah pita dengan arah 3’- 5’, sedangkan pita pasangannya 5’- 3’. Struktur DNA dapat dilihat pada gambar berikut :


RNA/ARN
Molekul ARN (Asam Ribonukleat) berbentuk pita tunggal atau pita dobel namun tidak berpilin (merupakan suatu polimer asam nukleotida). Tiap ribonukleotida terdiri dari gula pentosa (D-ribosa), molekul gugus fosfat dan sebuah basa nitrogen. Basa timin dari golongan pirimidin tidak terdapat dalam ARN melainkan digantikan oleh basa urasil (U).
A.   Struktur RNA
Struktur RNA berbeda dengan DNA, RNA merupakan rantai tunggal polinukleotida. Tiap ribonukleotida terdiri dari 3 gugus molekul, yaitu gula 5 karbon (ribosa), basa nitrogen yang terdiri dari basa purin yang sama dengan DNA sedangkan pirimidin berbeda (yaitu sitosin dan urasil) dan gugus fosfat. Basa purin dan pirimidin berikatan dengan gula ribosa membentuk nukleosida atau ribonukleosida. Ribonukleosida yang berikatan dengan gugus fosfat membentuk nukleotida atau ribonukleotida.


B.  ARN genetik dan ARN non genetik
ARN genetik dimiliki oleh beberapa virus seperti virus mozaik tembakau, virus influensa, virus kaki dan mulut dan juga dimiliki oleh bakteriofag. Virus-virus tersebut tidak memiliki ADN sehingga ARN merupakan molekul yang membawa informasi genetik seperti ADN, sehingga ARN-nya disebut sebagai ARN genetik. Pada makhluk hidup dimana keterangan genetik terdapat dalam ADN maka ARN-nya disebut sebagai ARN non-genetik

C.  Perbedaan DNA dan RNA
DNA
Ø ditemukan dalam nukelus di kromosom, mitokondria, plastida dan sentriol
Ø double helix
Ø fungsi hereditas dan sintesis protein
Ø basa : A, G, T, C
Ø gula deoksiribosa
RNA
Ø ditemukan di sitoplasma terutama di ribosom dan nukleus
Ø rantai pendek dan tunggal
Ø fungsi dalam sintesis protein
Ø basa : A, G, U, C
Ø gula ribose





Thursday, 5 March 2015

JAMUR

JAMUR
A.    Definisi Jamur
Jamur adalah suatu kelompok jasad hidup yang menyerupai tumbuhan karena mempunyai dinding sel, tidak brgerak, berkembang biak dengan spora, tetapi tidak mempunyai klorofil. Jamur tidak mempunayai akar, batang, daun dan sistem pembuluh seperti pada tumbuhan tingkat tinggi. Umumnya jamur berbentuk benang, bersel banyak dan semua bagian jamur tersebut memiliki potensi untuk tumbuh. Setiap lembar benang disebut hifa, dan kumpulan hifa dinamakan miselium. Diameter hifa berkisar antara 0,5 – 100 mikron atau lebih (Rukmana, 1997)
Organisme yang disebut jamur bersifat heterotrof, dinding sel spora mengandung kitin, tidak berplastid, tidak berfotosintesis, tidak bersifat fagotrof, umumnya memiliki hifa yang berdinding yang dapat berinti banyak (multinukleat) atau berinti tunggal (mononukleat) dan memperoleh nutrien dengan cara absorpsi (Gandjar, et al., 2006).
Jamur mempunyai dua karakter yang sangat mirip dengan tumbuhan yaitu dinding sel yang sedikit keras dan organ reproduksi yang disebut spora. Dinding sel jamur terdiri atas selulosa dan kitin sebagai komponen yang dominan. Kitin adalah polimer dari gugus amino yang lebih memiliki karakteristik seperti tubuh serangga daripada tubuh tumbuhan. Spora jamur terutama spora yang diproduksi secara seksual berbeda dari spora tumbuhan tinggi secara penampakan (bentuk) dan metode produksinya (Alexopoulus dan Mimms, 1979).

B.     Struktur Jamur
Berdasarkan kenampakannya jamur dibedakan menjadi 3 yaitu khamir (yeast), kapang (mold), dan cendawan (mashroom). Jamur kecuali khamir pada keadaan biasa mempunyai badan yang terdiri dari benang-benang hifa (miselium) dan spora. Hifa tersebut ada yang bersekat-sekat atau tidak dan ada yang bercabang-cabang atau tidak. Hifa yang bersekat ada yang berinti satu dan ada yang berinti dua atau lebih (Pelezar, 1988). Khamir dalam keadaan biasa berbentuk uniseluler, seperti Sacchar, Candida dan Hansenula. Kapang adalah jamur yang membentuk bulu-bulu halus pada permukaan substrat, seperti Rhizopus, Botrytis dan Choanephora. Cendawan adalah jamur yang banyak membentuk tubuh buah yang besar, misalnya Lycoperdon (jamur kelentos), Volvariella (jamur merang) dan Auricularia (jamur kuping) (Semangun, 1996). Jamur parasit mempunyai hifa yang ektofitik dan endofitik. Hifa yang ektofitik berada pada permukaan tanaman inang, biasanya berwarna keputih-putihan, halus, menyerupai sarang laba-laba, atau berwarna hitam atau coklat, membentuk jalinan tidak teratur. Miselium yang endofitik berada di dalam jaringan tanaman inang dan dapat tumbuh secara interseluler (di antara sel) atau intraseluler (masuk ke dalam sel) (Rukmana, 1997). Secara umum srtuktur jamur dapat dilihat pada gambar berikut :


C.    Klasifikasi jamur
Mc-Kane (1996) mengatakan setiap jamur tercakup di dalam salah satu dari kategori taksonomi, dibedakan atas dasar tipe spora, morfologi hifa dan siklus seksualnya. Kelompok-kelompok ini adalah : Oomycetes, Zygomycetes, Ascomycetes, Basidiomycetes dan Deuteromycetes. Terkecuali untuk deuteromycetes, semua jamur menghasilkan spora seksual yang spesifik.
a.    Kelompok Oomycetes, memiliki ciri-ciri sebagai  berikut :
• reproduksi seksual dengan cara oogami yang melibatkan penggabungan satu oosfer (gamet betina) dengan gamet jantan yang terbentuk dalam anteridium, menghasilkan oospora, sedangkan reproduksi aseksual terjadi dengan membentuk zoospora yang dihailkan dalam sporangium.
• hifa fungi ini adalah hifa non-septat (tidak bersepta). Contoh: Phytophthora infestans, menyebabkan penyakit pada tanaman kentang, cokelat, lada, kina, dll. Saprolegnia, yaitu fungi yang sering ditemukan pada bangkai serangga. Fungi ini adalah contoh fungi saprofit .Phytium, fungi tersebut dapat menyebabkan busuk pada kecambah tembakau, kina, bayam dan nanas. Fungi ini mudah menyerang pada persemaian yang tanahnya sangat lembab.
b.   Kelompok Zygomycetes, memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
• Reproduksi seksual dengan cara konjugasi yang melibatkan fusi dua gamet menghasilkan zigospora, sedangkan reproduksi aseksualnya dengan menghasilkan spora yang terkandung dalam konidium atau sporangium.
• hifa dari fungi ini sama halnya dengan Oomycotina, tidak bersepta (non-septa). Hifa relatif besar dan berkembang baik dengan miselium yang bercabang-cabang
• pada umumnya hidup terestrial
• contoh: Rhyzopus dan Mucor. Keduanya mempunyai struktur dan penampilan yang hampir sama, hanya pada Rhyzopus dapat ditemukan adanya percabangan hifa khusus yang menembus substrat yang menyerupai akar disebut rhizoid.
c.    Kelompok Ascomycetes, memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
 • pembiakan seksual dengan menghasilkan spora yang disebut askospora., yaitu spora seksual yang dihasilkan dalam suatu struktur khusus yang disebut askus, sedangkan reproduksi aseksual dilakukan dengan menghasilkan konidia
• hifanya bersepta
• kelompok ini meliputi ragi, bermacam-macam kapang bahkan beberapa cendawan
• contoh: Penicillium, species ini juga dikenal sebagai penghasil bahan antibiotik penisilin. Piedraia hotai, sebagai penyebab infeksi rambut pada manusia yang dinamakan piedra hitam. Candida albicans, yang menimbulkan suatu keadaan yang disebut candidiasis yaitu penyakit pada selaput lendir, mulut, vagina dan saluran pencernaan. Saccharomyces cerevisiae , digunakan dalam pembuatan roti, anggur dan bir, memperbanyak dir dengan pembentukan tunas. Jamur Aspergillus niger, untuk fermentasi asam sitrat, Aspergillus oryzae dan Aspergillus wentii untuk fermentasi kecap
d.   Kelompok Basidiomycetes
• kelompok ini dicirikan dengan pembentukan spora seksual disebut basidiospora dan terbentuk pada struktur khusus seperti gada yang disebut basidium.
• pembiakan aseksual biasanya terjadi dengan pembentukan konidium.
• hifa kelompok Basidiomycotina mempunyai septa.
• tubuh buah yang sering dihasilkan kelompok ini menyebabkan penampilan mereka sangat menyolok dan secara umum sering disebut cendawan yang secara awam disebut jamur.
• kebanyakan hidup sebagai saprofit tetapi ada juga yang hidup sebagai parasit terutama pada tumbuh-tumbuhan
• contoh: jamur merang (Volvariella volvaceae ), jamur shitake (Lentinus edodes) atau jamur tiram (Pleurotes)
e.    Kelompok Deuteromycetes
• perkembangbiakan seksual belum diketahui sehingga dikenal sebagai cendawan tidak sempurna (Fungi imperfecti), sedangkan perkembangbiakan aseksual dari kelompok ini adalah dengan konidium seperti pada Ascomycotina.
• anggotanya adalah beberapa fungi yang hidup parasit pada manusia dan hewan.
• hifa bersekat
• contoh: Histoplasma capsulatum ,yang menyebabkan koksidiomikosis. Epidermiphyton floocosum yang menyebabkan kaki atlit. Sedangkan genus Epodermiphyton, microsporum dan trigophyton merupakan fungi penyebab penyakit kurap.

D.    Peran jamur
Beberapa jenis jamur ada yang menguntungkan bagi kehidupan manusia dan ada pula yang merugikan. Jamur yang menguntungkan diantaranya adalah :
1. Aspergilus wentii ( membantu pembuatan kecap)
2. Auricularia auricula /Auricularia aurita (jamur kuping, dimakan)
3. Lentinula edodes (jamur shitake, dimakan)
4. Penicillium notatum (penghasil antibiotik)
5. Penicillium cammemberti (penghasil anti biotik)
6. Penicillium requeforti (membuat keju)
7. Rhizopus oryzae (membuat tempe)
8. Saccharomyces cereviceae (untuk membuat tape)
9. Volvariella volvacea (jamur merang, dimakan)
10. Aspergillus flavus (menghasilkan alfatoxin untuk obat kanker)
Jamur yang merugikan diantaranya adalah:
1. Aspergillus fumigatus (kanker pada paru-paru burung)
2. Rhizopus nigricans (menyerang pada tomat)
3. Puccinia graminis (parasit pada gandum)
4. Ustilago maydis (menyerang tongkol jagung)
5. Amanita muscaria / Amanita phalloides (beracun, penyebab halusinasi)
6. Rhizopus stoloniferus (jamur roti)